berhati-hatilah dari dua perkara yang keduanya berakibat buruk :
Pertama : Menolak Al-Haq, disebabkan
al-haq tersebut meyelisihi hawa nafsumu. Sesungguhnya engkau akan
dibalas dengan berbaliknya hati dan menolak al-haq seluruhnya dan hati
tersebut tidak akan berbalik kecuali al-haq itu bertentangan dengan hawa
nafsumu.
Allâh Ta’ala berkata :
Allâh Ta’ala berkata :
ونقلب أفئدتهم و أبصارهم كما لم يؤمنوا به أول مرة ونذرهم في طغيانهم يعمهون
“Dan (begitu pula) kami membalikan hati dan penglihatan
mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (al-qur’an) pada
kali pertama, dan Kami biarkan mereka di atas kesesatanya dalam keadaan
bingung.” (Q.S. Al An’am : 110)
Maka Allâh membalas terhadap penolakan mereka kepada al-haq
pada kali yang pertama dengan berbaliknya hati-hati mereka dan
pandangan mereka setelah itu.
Kedua : Memandang remeh perintah (dalam syariat.-pent) ketika telah hadir saatnya. Maka
sesungguhnya jika engkau meremehkan perintah tersebut, Allâh akan
memberatkanmu dan mendudukanmu (tidak mampu berdiri untuk melaksanakan
perintah.-pent) dari perkara-perkara yang Allâh ridloi dan perintah-perintah-Nya sebagai balasan bagimu,
Allâh Ta’ala berkata :
فإن رجعك الله إلى طائفة منهم فاستئذنوك للخروج فقل لن تخرجوا معي أبداً ولن تقاتلوا معي عدوا
إنكم رضيتم بالقعود أول مرة فاقعدوا مع الخالفين
“Maka jika Allâh mengembalikanmu kepada suatu golongan dari
mereka, kemudian mereka meminta izin kepadamu untuk keluar (pergi
berperang), Maka katakanlah : Kamu tidak boleh keluar bersamaku
selama-lamanya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku. Sesungguhnya
kamu telah rela tidak pergi berperang pada kali yang pertama. Karena itu
duduklah bersama orang-orang yang tidak ikut berperang.” (Q.S. At Taubah : 83)
Barangsiapa selamat dari dua penyakit ini dan dua ujian
besar ini, maka berilah kabar gembira kepadanya dengan keselamatan.
(Bada’iul Fawa’id 3/699).
Berkata syekh Utsaimin dalam Syarah Riyadlus Shalihin, ketika mensyarah hadits Ka’ab ibn Malik, tentang kisah tidak ikutnya dia dan Mirarah bin Ar Rabi’ dan Hilal bin Umayyah dan orang-orang munafik pada perang Tabuk : “Di
sini ada dalil bahwasanya seseorang jika tidak bersegera dalam
melakukan amal saleh, maka pantas diharamkan (tidak mampu dilakukan)
amal tersebut kepadanya“, kemudian beliau membawakan surah Al-An’am : 110.
نسأل الله السلامة من هذه الآفتين
[Fawaid min AlUstadz AbulBaro’ Sirojuddin ‘Abbas Hafidzahullâhu]
Sumber : ahlussunnahkarawang.com