Pembagian Manusia Ketika Ditimpa Musibah

----------------------------------
Fadhilatus Syaikh Muhammad bin Shalih Al 'Utsaimin rahimahullah :

1. Berkeluh Kesah
2. Bersabar
3. Ridha
4. Bersyukur

��Adapun yang berkeluh kesah maka dia telah melakukan perkara yang diharamkan dan marah akan ketetapan Rabbul 'àlamin.

��Adapun yang bersabar maka dia telah melakukan perkara yang wajib, dan orang yang bersabar itu adalah yang tidak suka terhadap apa yang menimpanya dan menganggap bahwa musibah yang menimpanya adalah peristiwa yang pahit dan berat, akan tetapi dia memikulnya dan menahan dirinya dari perkara yang diharamkan.

��Adapun orang yang ridha, yaitu orang yang tidak memperdulikan akan musibah tersebut dan menganggap bahwa musibah tersebut datangnya dari sisi Allah maka dia pun ridha dengan keridhaan yang baik, dan tidak ada pada jiwanya bentuk peratapan, dan kedudukannya lebih tinggi dibanding kedudukan orang yang Sabar.

��Adapun orang yang bersyukur adalah orang yang bersyukur kepada Allah akan musibah yang menimpanya.

Dan Syukur tersebut dari 2 sisi :

1. Dia melihat kepada orang lain yang ditimpa musibah lebih besar dibanding dirinya, maka dia pun bersyukur kepada Allah karena dia tidak ditimpakan musibah lebih besar seperti orang lain.

2. Dia mengetahui bahwa dengan sebab musibah yang menimpanya dosa-dosanya diampuni dan akan diangkat derajatnya jika dia bersabar.

Kita memohon kepada Allah agar mengaruniakan kepada kita sifat syukur ketika ditimpa musibah.

�� As Syarh Al Mumti' 5/395

��أقسام الناس إذا أصابتهم مصيبة

فضيلـة الشيـخ العـلامـة /مُـحـمـد بـن صـالـح العُـثيميـن رحـمـهُ الـلـه وغـفـر لـه .

١-  الجازع
٢-  الصابر
٣- الراضي
٤- الشاكر

أما الجازع : فقد فعل محرماً وتسخط من قضاء رب العالمين .

وأما الصابر : فقد قام بالواجب ، والصابر هو الذي يكره وقوعها ويرى أن المصيبة مُرَّة وشاقَّة ، لكنه يتحمل ويحبس نفسه عن الشيء المُحرم .

وأما الراضي : فهو الذي لا يهتم لهذه المصيبة ويرى أنها من عند الله فيرضى رضاً تاماً ، ولا يكون في قلبه تحسّر ، وحاله أعلى من حال الصابر .

وأما الشاكر : فهو الذي يشكر الله على هذه المصيبة .
ويكون شكره من وجهين :

١▪ أن ينظر إلى من أصيب بما هو أعظم ، فيشكر الله على أنه لم يصب مثله
2▪ أن يعلم أنه سيحصل له بهذه المصيبة تكفير للسيئات ورفعة في الدرجات إذا صبر .

" نسأل الله أن يرزقنا الشُكر عند المصائب " 

�� (الشرح الممتع ، ( ٥ / ٣٩٥ )

�� WA SaLaM

TIDAK AKAN MASUK SURGA ORANG YANG SUKA MENGGANGGU TETANGGA


عن أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال :
(( ﻻ يدخل الجنة من لا يأمن جاره بوائقه ))

رواه مسلم
   Dari Abu Hurairah (radhiallahu'anhu), bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihiwasallam bersabda :
   "Tidak akan masuk surga orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya. "

(HR. Muslim Kitabul Iman bab penjelasan haramnya mengganggu tetangga no. 46)

Kajian Ilmiah Bontang

SEBAIK-BAIK SAUDARA

قال الإمام أبو حاتم
رحمه الله

:"خير الإخوان ؛ أشدهم مبالغة في النصيحة"

kitab  روضة العقلاء : ١٩٥

Berkata Al-Imam Abu Hatim -rahimahullah:

"Sebaik-baik saudara adalah mereka yang paling bersungguh-sungguh dalam menasihati. "

( Raudhatul 'Uqala : 195 )

Kajian Ilmiah Bontang

TENTANG UCAPAN 'JAZAKALLAHU KHOIRON'

Berkata Umar Ibnul Khotthob -radhiallahu'anhu -:

   "Sekiranya salah seorang dari kalian mengetahui apa yang terdapat pada ucapannya kepada saudaranya : 'Jazakallahu khoiron', niscaya sebagian kalian akan memperbanyak ucapan itu kepada yang lainnya ".
( Mushannaf Ibnu Abi Syaibah 1/436 )

�� Kajian Ilmiah Bontang

AKHLAQ & ADAB

Imathotul adza ( menyingkirkan gangguan ) GAMPANG TAPI MULIA

✔Dari Abu barzakh Al Aslami rodiyallohu 'anhu beliau berkata kepada Rosululloh shollallohualaihi wasallam :
" Wahai Rosululloh .. Beritahu aku tentang suatu amalan yang bisa memasukkan ku kedalam jannah "
Lalu Rosululloh shollallohualaihi wasallam menjawab :
(( أمط الأذى عن طريق الناس ))
(( Singkirkan lah gangguan dari jalan manusia ))

✔Hadits ini juga di riwayatkan oleh Imam Muslim dan Ibnu Hibban dan Imam Ahmad dan hadits nya adalah shohih .

____________

Imathotul adza adalah menyingkirkan segala macam yang bisa mengganggu orang yang lewat entah itu duri atau ranting dan menyapu jalan dari debu juga termasuk imathotul adza .

Adapun hukum nya apakah wajib atau sunnah ( mustahab ) ??

Al-Imam Al-'Iroqi berkata : " Hukum nya adalah mustahab , berdasarkan hadits-hadits yang ada ,
Akan tetapi bisa hukum nya menjadi wajib dalam kondisi-kondisi tertentu seperti jika ada sumur di jalan yang di khawatirkan akan membahayakan bagi orang buta , anak-anak dan hewan .. maka dalam kondisi ini di wajibkan untuk menutup sumur tersebut . "

Dan imathotul adza mempunyai keutamaan-keutamaan yang sangat agung di antara nya :

1⃣ . Bisa memasukkan pelaku nya kedalam jannah ,
berdasarkan hadits Abu huroiroh yang di riwayatkan oleh Al-imam Muslim : Bahwa Nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda :
" Sungguh aku melihat seseorang yang berbolak balik di jannah di karenakan sebuah pohon yang ia tebang karna menggangu jalan kaum muslimin "

2⃣ . Merupakan cabang keimanan ,
berdasarkan hadits Abu Huroiroh muttafaqun 'alaihi : Bahwa Rosululloh shollallohualaihi wasallam bersabda :
" Iman itu ada 70 sekian cabang , yang pling tinggi nya adalah ucapan la ilaha illalloh dan yang paling rendah nya adalah imathotul adza. "

3⃣ . Merupakan amalan yang berguna ,
berdasarkan hadits Abu Barzakh Al-Aslamy yang di riwayatkan oleh Imam Muslim bahwa beliau berkata kepada Rosululloh shollallohualaihi wasallam :
" Wahai Rosululloh beritahu aku tentang sebuah amalan yang bermanfaat untuk ku "
Lalu rosululloh shollallohualaihi wasallam menjawab :
" Singkirkan gangguan dari jalan kaum muslimin. "

4⃣ . Termasuk sodaqoh ,
berdasarkan hadits Abu Huroiroh muttafaqun 'alaihi bahwa nabi shollallohualaihi wasallam bersabda :
" Dan ketika engkau menyingkirkan gangguan , itu ternilai sebagai suatu sedekah. ".

❓Kenapa ?? Karna di antara makna shodaqoh adalah memberikan suatu kemanfaatan kepada orang lain

5⃣ . Termasuk sebab di ampuni nya dosa ,
berdasarkan hadits Abu Huroiroh yang di riwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhori
Bahwa Nabi shollallohualaihi wasallam bersabda :
" Ada seorang muslim yang melewati sebuah duri di jalan kemudian ia mengatakan : (Sungguh aku akan singkirkan duri ini sehingga tidak membahayakan seorang muslim pun) Maka di ampunilah dosa-dosa nya. "

6⃣. Termasuk amalan-amalan baik ,
Berdasarkan hadits Abu Dzar Al-Ghifari rodiyallohu 'anhu yang di riwayatkan oleh Al-Imam Muslim
Bahwa Nabi shollallohualaihi wasallam pernah bercerita :
" Di tampakkan kepadaku amalan-amalan ummatku yang baik nya maupun yang jelek nya , dan aku dapati dalam amalan-amalan kebaikan tersebut ada sebuah gangguan yang di singkirkan dari jalan , dan aku dapati dalam amalan-amalan keburukan ada dahak yang ada di dalam masjid tapi tidak di tutupi ( di bersihkan ) " .

➡Ini adalan sebagian keutamaan-keutamaan imathotul adza .

❗❗dan yang perlu kita ketahui juga :
Bahwa jika imathotul adza yang sifat nya hissiy dan dunyawi memiliki keutamaan-keutamaan seperti ini maka tentu nya imathotul adza yang sifat nya maknawi dan diniy / ukhrowi akan lebih utama contoh nya seperti menjelaskan kemungkaran-kemungkaran dan kebid'ahan-kebid'ahan .

Wallohua'lam bisshowab

_____________________

Sumber : (( Fawaid dari kajian kitab Al-Adabul Mufrod bersama Al-Ustadz Abu Hudzaifah Yunus hafidzhohullohu ta'ala )) di Ma'had Darus salaf Bontang .

✏ Di ringkas oleh santri kecil di bumi bontang
Abu Ruhail Taufiq Ad-Difasiniy